MBG Jawa Timur: 55 Juta Penerima Nasional, Kemenkes Awasi Ribuan Dapur Sehat
Capai 55 Juta Penerima, Program Makan Bergizi Gratis Masuk Fase Percepatan dengan Pengawasan Ketat Kemenkes
Privacy, 21 Juni 2026 – Oleh: DONZA | DZ Breaking News | Kategori: Berita Nasional
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah mencatat lonjakan penerima manfaat secara masif sepanjang awal 2026. Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan, program ini kini telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat setiap harinya.
Angka tersebut melonjak hampir 9 kali lipat dibanding target awal pelaksanaan yang hanya menyasar 6 juta orang. Capaian ini menandai masuknya MBG ke fase percepatan menuju target nasional 82 juta penerima manfaat.
Kemenkes: Mutu dan Keamanan Pangan Jadi Prioritas
Seiring dengan meluasnya cakupan, Kementerian Kesehatan menegaskan fokus utama saat ini adalah pengawasan mutu dan keamanan pangan. Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Oktavianus, menyatakan bahwa peran Kemenkes adalah memastikan seluruh makanan yang dibagikan kepada masyarakat aman, higienis, dan layak konsumsi.
“Jadi kami dari Kementerian Kesehatan punya tugas adalah pengawasan,” tegas dr. Benjamin dalam konferensi pers di Jakarta, 8 Januari 2026.
Ribuan Dapur SPPG Lulus Sertifikasi
Sampai awal 2026, Kemenkes mencatat 4.535 SPPG telah lulus proses sertifikasi ketat. Tahapan evaluasi mencakup pengecekan sanitasi dapur, prosedur pengolahan makanan, hingga pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.
Bagaimana MBG Berjalan di Jawa Timur?
Sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, Jawa Timur menjadi fokus utama pelaksanaan MBG. Program ini menyasar tiga kelompok: peserta didik, anak balita, serta ibu hamil dan menyusui yang terdata di sekolah, posyandu, dan puskesmas Jatim.
Fakta Singkat MBG:
- Mulai: 6 Januari 2025
- Penerima saat ini: 55,1 juta orang/hari
- Target nasional: 82 juta penerima
- Dapur SPPG tersertifikasi: 4.535 unit
Pemerintah optimistis, dengan pengawasan ketat dan pelibatan semua pihak, MBG tidak hanya menurunkan angka stunting dan gizi buruk, tetapi juga menciptakan ekosistem pangan sehat sekaligus menguatkan ekonomi kerakyatan.
Suka dengan artikel ini?
Dukung DONZA agar terus bikin konten berita berkualitas
☕ Traktir Kopi via SaweriaTinggalkan Komentar
Punya pendapat soal Program MBG? Tulis di kolom komentar Blogger di bawah ya bro 👇