Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa 2026: Dirut PLN Minta Maaf, Netizen Tuntut Kompensasi

Advertisement

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Dirut PLN Minta Maaf, Netizen Tuntut Kompensasi

WhatsApp Facebook
Instagram

Jakarta – PT PLN (Persero) jadi sorotan publik setelah gelombang pemadaman listrik bergilir melanda Pulau Jawa selama dua pekan terakhir. Isu ini viral di media sosial sepanjang 18-20 Juni 2026 menyusul konferensi pers permintaan maaf dari Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Dalam konferensi pers di Jakarta, 19 Juni 2026, Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat. Ia menyebut pemadaman terjadi akibat kendala teknis pada dua pembangkit besar milik Independent Power Producer (IPP) yang membuat pasokan listrik ke Jawa berkurang drastis.


1. Dirut PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Pemadaman

PLN juga mengakui adanya krisis pasokan batu bara jenis Medium Rank Coal (MRC). Menurut Darmawan, PLN sedang mempercepat kontrak pembelian batu bara dan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM serta Ditjen Minerba untuk pemulihan. Beberapa PLTU yang terdampak disebut antara lain Suralaya, Paiton, Indramayu, Rembang, Pacitan, hingga Tanjung Awar-awar.

2. Netizen Murka: Tagih Kompensasi dan Jadwal Pasti

Video permintaan maaf Darmawan viral di Instagram dan TikTok, namun justru memicu gelombang komentar negatif. Tiga tuntutan utama netizen:

  • Ganti rugi: Warga mengeluh peralatan elektronik rusak, usaha merugi, dan bahan makanan basi. "Minta maaf doang nggak cukup, kompensasinya mana?" tulis salah satu komentar.
  • Jadwal transparan: Masyarakat kesal karena pemadaman terjadi mendadak tanpa info waktu mati dan nyala.
  • Evaluasi manajemen: Desakan agar direksi PLN dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertanggung jawab, bahkan ada yang minta mundur.

Isu ekspor batu bara juga disorot. Netizen mempertanyakan mengapa Indonesia sebagai produsen batu bara besar masih krisis pasokan untuk listrik dalam negeri.

3. Penjelasan PLN Wilayah Cirebon

Khusus untuk wilayah Cirebon, Asisten Manager Umum PLN UP3 Cirebon Nanang Misbahul Huda menjelaskan bahwa pemadaman bergilir merupakan skema load management. Langkah ini diambil karena kapasitas pembangkit turun, untuk mencegah sistem mati total atau blackout se-Pulau Jawa.

4. Keterangan Resmi PLN: Kendala Teknis Operasional

EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menegaskan penyebab utama adalah "kendala teknis operasional pembangkit". Saat ini dua unit PLTU besar sedang offline sementara untuk perbaikan. PLN mengklaim seluruh tim teknis sudah dikerahkan 24 jam untuk percepatan pemulihan sistem.

Hingga Jumat, 20 Juni 2026, belum ada pernyataan resmi PLN terkait kompensasi untuk pelanggan terdampak. Akun media sosial PLN dan Kementerian ESDM masih dipenuhi desakan warga agar listrik segera normal dan ada ganti rugi.

Kenapa Viral?

Skala pemadaman yang luas, durasi lebih dari dua minggu, dan minimnya komunikasi soal jadwal serta kompensasi membuat isu ini meledak. Video dari KompasTV, GarudaTV, BeritaSatu, dan detikFinance terkait pemadaman PLN sudah ditonton jutaan kali sejak 18 Juni 2026.


Disclaimer DZ NEWS: Artikel ini disusun berdasarkan rangkuman konferensi pers resmi PT PLN (Persero) dan pemberitaan media nasional periode 18-20 Juni 2026. Seluruh fakta merupakan informasi publik. Opini dalam artikel adalah interpretasi DZ NEWS terhadap reaksi publik di media sosial. Pembaca disarankan memverifikasi informasi terkini langsung ke sumber resmi PLN atau Kementerian ESDM karena situasi dapat berubah sewaktu-waktu.

Catatan redaksi: Penulisan artikel dilakukan secara independen oleh tim DZ NEWS tanpa afiliasi dengan pihak manapun. Link sumber dicantumkan untuk transparansi dan verifikasi.

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Dirut PLN Minta Maaf, Netizen Tuntut Kompensasi

WhatsApp Facebook
Instagram

Jakarta – PT PLN (Persero) jadi sorotan publik setelah gelombang pemadaman listrik bergilir melanda Pulau Jawa selama dua pekan terakhir. Isu ini viral di media sosial sepanjang 18-20 Juni 2026 menyusul konferensi pers permintaan maaf dari Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

1. Dirut PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Pemadaman

Dalam konferensi pers di Jakarta, 19 Juni 2026, Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat. Ia menyebut pemadaman terjadi akibat kendala teknis pada dua pembangkit besar milik Independent Power Producer (IPP) yang membuat pasokan listrik ke Jawa berkurang drastis.

PLN juga mengakui adanya krisis pasokan batu bara jenis Medium Rank Coal (MRC). Menurut Darmawan, PLN sedang mempercepat kontrak pembelian batu bara dan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM serta Ditjen Minerba untuk pemulihan. Beberapa PLTU yang terdampak disebut antara lain Suralaya, Paiton, Indramayu, Rembang, Pacitan, hingga Tanjung Awar-awar.

2. Netizen Murka: Tagih Kompensasi dan Jadwal Pasti

Video permintaan maaf Darmawan viral di Instagram dan TikTok, namun justru memicu gelombang komentar negatif. Tiga tuntutan utama netizen:

  • Ganti rugi: Warga mengeluh peralatan elektronik rusak, usaha merugi, dan bahan makanan basi. "Minta maaf doang nggak cukup, kompensasinya mana?" tulis salah satu komentar.
  • Jadwal transparan: Masyarakat kesal karena pemadaman terjadi mendadak tanpa info waktu mati dan nyala.
  • Evaluasi manajemen: Desakan agar direksi PLN dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertanggung jawab, bahkan ada yang minta mundur.

Isu ekspor batu bara juga disorot. Netizen mempertanyakan mengapa Indonesia sebagai produsen batu bara besar masih krisis pasokan untuk listrik dalam negeri.

3. Penjelasan PLN Wilayah Cirebon

Khusus untuk wilayah Cirebon, Asisten Manager Umum PLN UP3 Cirebon Nanang Misbahul Huda menjelaskan bahwa pemadaman bergilir merupakan skema load management. Langkah ini diambil karena kapasitas pembangkit turun, untuk mencegah sistem mati total atau blackout se-Pulau Jawa.

4. Keterangan Resmi PLN: Kendala Teknis Operasional

EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menegaskan penyebab utama adalah "kendala teknis operasional pembangkit". Saat ini dua unit PLTU besar sedang offline sementara untuk perbaikan. PLN mengklaim seluruh tim teknis sudah dikerahkan 24 jam untuk percepatan pemulihan sistem.

Hingga Jumat, 20 Juni 2026, belum ada pernyataan resmi PLN terkait kompensasi untuk pelanggan terdampak. Akun media sosial PLN dan Kementerian ESDM masih dipenuhi desakan warga agar listrik segera normal dan ada ganti rugi.

Kenapa Viral?

Skala pemadaman yang luas, durasi lebih dari dua minggu, dan minimnya komunikasi soal jadwal serta kompensasi membuat isu ini meledak. Video dari KompasTV, GarudaTV, BeritaSatu, dan detikFinance terkait pemadaman PLN sudah ditonton jutaan kali sejak 18 Juni 2026.

Disclaimer DZ NEWS: Artikel ini disusun berdasarkan rangkuman konferensi pers resmi PT PLN (Persero) dan pemberitaan media nasional periode 18-20 Juni 2026. Seluruh fakta merupakan informasi publik. Opini dalam artikel adalah interpretasi DZ NEWS terhadap reaksi publik di media sosial. Pembaca disarankan memverifikasi informasi terkini langsung ke sumber resmi PLN atau Kementerian ESDM karena situasi dapat berubah sewaktu-waktu.

Catatan redaksi: Penulisan artikel dilakukan secara independen oleh tim DZ NEWS tanpa afiliasi dengan pihak manapun. Link sumber dicantumkan untuk transparansi dan verifikasi.

Advertisement